Minggu, 13 Mei 2012

Dominasi Go Stream Berlanjut
HEADLINE NEWS, MALANG- Tim basket Go Stream Malang mendominasi kompetisi basket LA Lights Streetball 2012 open run Malang di Lapangan Rampal, Malang, Minggu (13/5/2012). Go Stream menempatkan tiga semifinalis, yakni Go Stream Legend, Go Stream Lil Present, dan Go Stream. Satu semifinalis lainnya diisi Astina Ballers, tim baru asal Kediri, Jawa Timur.

Go Stream Legend menyingkirkan 43 X Baller 53-4 di babak awal. Mereka menghentikan Next Level 2 di babak berikutnya dengan skor 28-4. Mereka selanjutnya mengempaskan D_Double Eastern 28-5.

Di semifinal, Go Stream Legend menghentikan yuniornya, Go Stream Lil Present 54-17. "Target kami juara lagi," kata Hendriansyah, pebasket Go Stream Legend yang berjuluk Five O dan berprofesi sebagai polisi yang berdinas di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Go Stream Legend di final berjumpa dengan Go Stream yang mendepak Astina Ballers 45-20. "Masuk empat besar sungguh prestasi bagus bagi kami. Tim kami baru terbentuk dan tidak ada pelatih tetap," kata Yogi Dian Kurniawan dunker Astina yang juga mantan pebasket Halim Kediri dan kini melatih di sekolah basket CLS Surabaya.

Sabtu, 12 Mei 2012

Pemain Unggulan Dominasi Semifinal
MANADO — Dari semua pemain unggulan dalam kompetisi bulu tangkis tingkat SD dan SMP, MILO School Competition 2012, di GOR Arie Lasut Manado, hanya unggulan tunggal putra kategori SMP, Zakaria Sumantri dari SMP 6 Tondano, yang gagal melaju ke babak semifinal pada Jumat (11/5/2012).

''Awalnya, kami memprediksi semua pemain unggulan akan lolos ke babak semifinal. Tapi, ternyata meleset karena seorang pemain non-unggulan tunggal putra kategori SMP, Schwarz dari SMP Kristen Seretan, berhasil lolos ke delapan besar. Kita lihat saja apakah dia mampu lolos sampai ke babak final,'' ujar Octavianus Salaci, wasit pertandingan, yang akrab dipanggil Kiki.

Para atlet unggulan yang mendominasi babak semifinal adalah di nomor tunggal putra dan putri kategori SD serta tunggal putri kategori SMP.

Peta kekuatan mudah dibaca karena pemain unggulan memang sering ikut dalam kompetisi di Manado sehingga mereka lebih menguasai lapangan, kata Kiki.

Rata-rata pemain memiliki teknik yang bagus dan sudah mengetahui kekuatan lawannya. "Ini yang akan membuat babak semifinal semakin ketat dan pertandingan akan berlangsung seru," tambahnya.

Pemain unggulan yang dinilai berpeluang juara adalah Dicky Wahyudi dari SDN 86 Manado dan Andre Gerad Mathew Tilaar dari SD Advent Lowu Ratahan, Clief Christopher Bambi dari SMP Kristen Rurukan, Freinel Sompi dari SMPN 2 Kauditan, Winny Kandou dari SMPN 8 Manado, dan Trivena Selain Doong dari SMP Advent Tukala.

"Prestasi bulu tangkis Sulawesi Utara cukup bagus, apalagi sejak adanya MILO School Competition 2009 di Manado, mulai banyak kemajuan yang dicapai. Anak-anak yang gemar bulu tangkis semakin banyak, dari sisi kualitas bermain juga semakin bagus,'' papar Kiki.

"Ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah peserta MILO School Competition 2012 di Manado, semula ditarget 500 anak membeludak hingga 800 dan terpaksa dibatasi 611 peserta."

''Kami memang tidak berani muluk-muluk soal peluang bertanding bagi juara Manado tahun ini di Jakarta nantinya, tetapi kami bisa berharap mereka minimal bisa masuk sampai babak semifinal seperti tahun 2009. Kami sadar jumlah kompetisi di sini tidak sebanyak di Jawa. Ini tentu saja berimbas pada jam terbang bertanding anak-anak dan kemampuan melihat strategi bermain atlet dari Jawa,'' pungkas Kiki.

Jumat, 11 Mei 2012

Dicky dan Andre Bertekad Juara
 
MILO School Competition
MANADO –  Unggulan I dan II tunggal putra kategori SD, dalam MILO School Competition 2012 di Manado, Dicky Wahyudi (11) siswa kelas V SDN 86 Manado dan Andre Gerad Mathew Tilaar (12) siswa SD Advent Lowu Ratahan, sama-sama berhasil melewati babak penyisihan hari ke-4 Kamis (10/5) dan sama-sama bertekad tidak menyia-nyiakan kesempatan emas dalam kompetisi bulutangkis yang tidak setiap tahun digelar di Manado ini.

Dicky, yang pernah ikut dalam MILO School Competition 2009 di Manado namun belum mampu mengukir prestasi, berhasil mengalahkan Rizaldo dari SD Demin 29 Manado dengan skor 21-7, 21-4, sedangkan Andre mengalahkan Toro Nadia dari SD Santa Clara 2 Tomohon dengan skor 21-6, 21-9.

Berbekal pengalaman tanding tahun 2009, Dicky yang dibina Klub Wahilan Manado itu mengatakan, ''Dengan hanya berbekal percaya diri, aku bertekad meraih gelar juara di MILO School Competition di GOR Arie Lasut ini''.

''Untuk ikut MILO School Competition ini aku berlatih 10 jam sehari, sementara lawan tanding di kompetisi ini seimbang dan sudah sering bertemu di kompetisi lainnya, jadi aku sudah mengetahui teknik permainan mereka di lapangan,” ungkap Dicky, juara O2SN tahun 2011 se-Sulawesi Utara dan juara tunggal putra Kejuaraan Antar Klub di Manado, yang ingin meniru prestasi Taufik Hidayat di tingkat dunia.

Sementara Andre mengatakan, ''Dicky memang lawan terberat, tapi aku yakin bisa jadi juara MILO School Competition ini. Aku akan terus berjuang. Aku juga latihan rutin serta mendapat dukungan dari pelatih di klub maupun di sekolah serta dari orangtua, untuk bisa jadi juara. Aku tidak takut menghadapi strategi lawan, yang penting aku terus berlatih, berjuang dan pantang menyerah.''

Andre memang baru kali ini mengikuti MILO School Competition. Namun Andre mengikuti setiap kompetisi di Manado maupun di Sulawesi Utara, dan selalu menempati posisi juara 2 setelah Dicky.

''Aku berlatih bulutangkis sejak tahun 2009 di Klub Bhayangkara. Oleh klub maupun sekolah serta orangtua aku didorong untuk ikut kompetisi meski sampai saat ini belum meraih juara I. Dan di MILO School Competition ini aku bisa juara,'' kata Andre dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Andre menambahkan dirinya memang ingin jadi pemain bulutangkis dunia. Tapi untuk sekolah, dirinya juga tidak mengabaikan begitu saja. ''Aku masuk rangking 7 di kelas. Dan berharap prestasi bulutangkis juga terus bertambah,'' tambahnya.

Kamis, 10 Mei 2012

Pindah ke Hongkong, Fernando Tetap Bisa Bela Jateng di PON
 
 Fernando Kurniawan
SEMARANG - Pebulu tangkis spesialis nomor ganda asal PB Djarum Kudus, Fernando Kurniawan, tetap bisa membela Jawa Tengah pada PON XVIII di Riau, 9-20 September 2012, meskipun sudah pindah ke Hongkong. Menurut Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah HM Anwari, Fernando hanya dikontrak salah satu klub di Hongkong, ukan pindah negara.

"Kami tidak perlu mencari pengganti Fernando karena yang bersangkutan masih bisa tampil atas nama Jawa Tengah pada pesta olahraga multievent empat tahunan di Riau mendatang," katanya, Kamis (10/5/12) di Semarang.

Menurut dia, adik pebulu tangkis pelatnas Fran Kurniawan tersebut hanya dikontrak untuk jangka waktu tertentu. Karena itu, pada saat menjelang PON nanti dia bisa dipanggil pulang ke Indonesia.

Ia mengatakan, Fernando bakal memperkuat Jawa Tengah terutama pada nomor ganda putra (berpasangan dengan Wifqi Windarto atau Muhammad Ahsan). Dia juga akan bermain di ganda campuran (berpasangan dengan Nurbeta Kwanrico).

Ganda campuran, menurut dia, memang menjadi andalan Jawa Tengah untuk meraih medali emas karena diperkuat juara All England, Swiss Open, dan India Open Tontowi Ahmad. Pada nomor ini, kata dia, Tontowi (biasa berpasangan dengan Liliyana Natsir) bisa dimainkan dengan sesama pebulu tangkis pelatnas Debby Santoso.

Jawa Tengah menyiapkan 16 atlet untuk diterjunkan pada pesta olahraga multievent empat tahunan di Riau, yang terdiri dari delapan putra dan delapan putri. Pasalnya, jumlah ini memang sesuai dengan kuota dari PB PBSI.

Apalagi, kata dia, pada nomor beregu putra maupun putri memainkan sistem Piala Thomas dan Uber, yaitu tiga nomor tunggal dan dua ganda. "Dengan delapan pemain hanya menyisakan satu pemain sebagai cadangan," katanya.

Pada PON nanti, Jateng diperkuat sejumlah pemain ternama di Tanah Air, seperti Dionysius Hayom Rumbaka, Maria Febe Kusumastuti, Muhammad Ahsan, Tontowi, Debby. Selain itu masih ada Ana Rovita, Rosaria Yusfin Pungkasari, serta beberapa pemain lagi.

"Kami memang menargetkan meraih dua medali emas meskipun peluang untuk mendapatkan lebih dari itu terbuka lebar dari tunggal putra dan putri perorangan, ganda putra, ganda campuran perorangan, dan beregu putra," jelasnya

Rabu, 09 Mei 2012

Christian Hadinata Tak Dampingi Tim Thomas/Uber
 
 Bulutangkis.
JAKARTA - Chistian Hadinata kembali tidak akan mendampingi tim Thomas dan Uber, yang akan berlaga pada putaran final di Wuhan China tanggal 20-27 Mei mendatang. Pelatih kepala sektor ganda pelatnas itu memilih tinggal di Cipayung.
"Saya tidak ikut karena sejak awal memang tidak banyak telibat dengan tim. Saya pikir ketidakhadiran saya juga tidak akan berdampak kepada tim," ujar Christian.
Ditambahkan, fokusnya adalah Olimpiade London bulan Agustus mendatang. "Bukannya Thomas dan Uber tidak penting, tapi saya juga ingin fokus ke olimpiade, untuk membantu mempertahankan tradisi emas," kata Christian.
Absennya Christian kali ini merupakan yang kedua. Sebelumnya pada babak penyisihan di Makau bulan Februari lalu, dia juga tidak berangkat bersama tim, karena menemani kakak kandungnya yang sedang dirawat di rumah sakit.
Selain Christian, pelatih ganda campuran Richard Mainaky juga tidak ikut. Richard sebelumnya ditunjuk sebagai koordinator tim Uber.

Selasa, 08 Mei 2012

Jabar Persiapkan Atlet PON di Korea
 
Logo PON XVIII/2012
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan berharap para atlet andalan Pelatda PON XVIII/2012 Jabar yang akan berlatih di Korea Selatan memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi.
  
"Tidak semua atlet daerah mendapat kesempatan berlatih di luar negeri, sehingga manfaatkan kesempatan itu untuk menempa kemampuan dan prestasi," kata Gubernur Heryawan di Bandung, Selasa.
   
Menurut gubernur, Program KONI Jabar mengirim atlet potensial emasnya berlatih ke Provinsi Gyeongsangbuk-do merupakan salah satu upaya Jabar untuk meraih target menjadi yang terbaik pada PON XVIII/2012 di Riau.
   
Gubernur menyatakan sangat mendukung program latihan tersebut, sembari berpesan atlet Pelatda PON XVIII/2012 lainnya tetap melakukan latihan maksimal dan memanfaatkan uji tanding di dalam negeri sebaik-baiknya.
   
"Sangat positif, namun tentunya tetap menjaga kondisi jangan sampai pas puncaknya cedera. Pengalaman bertanding di luar negeri sangat bermanfaat untuk meningkatkan percaya diri dan spirit bertanding," katanya.
    
Menurut Gubernur, program pengiriman atlet top Jabar berlatih ke luar negeri itu merupakan realisasi dari kerjasama bidang olahraga dengan Provinsi Gyeongsangbukdo Korea Selatan yang sudah dirintis dengan pengiriman sebanyak 11 pelatih menangani sembilan cabang olahraga di Jabar sejak Juli 2011.
    
Sebanyak 92 atlet top dari 11 cabang olahraga di Jawa Barat akan dikirim berlatih ke Korea yakni dari cabang menembak, senam, atletik, judo, gulat, taekwondo, panahan, anggar, panjat tebing, sepatu roda.
    
Mereka akan berada di Korea sampai Agustus 2012 dan akan mengikuti serangkaian latihan dan uji tanding melawan atlet setempat serta turun di sejumlah kejuaraan. Tim Atletik akan menjadi rombongan pertama yang bertolak ke Korea Selatan yang terdiri dari delapan atlet.
    
"Pengiriman atlet ke Korea disesuaikan dengan kesiapan dari Komite Olahraga untuk cabang olahraga bersangkutan di sana, programnya disinergikan dengan program latihan di sini, dengan target puncak kondisinya pada PON mendatang," kata Sekretaris KONI Jawa Barat, Ny Lili Rolina.

Senin, 07 Mei 2012

Pensiun? Chris John Serahkan kepada Manajer
 Petinju Indonesia, Chris John (kanan), saat kalahkan petinju Jepang, Shoji Kimora, Sabtu (5/5/12) di Singapura.
SEMARANG - Pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA Chris John menyerahkan keputusan mundur kepada manajer sekaligus pelatihnya, Craig Christian.

"Saya serahkan semuanya kepada manajer sekaligus pelatih saya. Saya kira dia tahu yang terbaik buat saya," kata Chris John di Semarang, Senin (7/5/12).

Hal itu dikatakan Chris John ketika ditanya soal pernyataan promotornya Raja Sapta Oktohari bahwa yang bersangkutan masih menyisakan lima pertarungan lagi.

"Pertarungan melawan Shoji Kimora di Singapura, Sabtu (5/5), merupakan pertarungan pertama dari lima kali untuk mempertahankan gelarnya," kata Okto (panggilan akrab Raja Sapta Oktohari) di Singapura beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dengan lima kali pertarungan untuk mempertahankan gelarnya tersebut berarti nantinya Chris John sudah memegang rekor terlama mempertahankan gelar dan mencapai kemenangan, yaitu 51 kali menang.

"Saya tidak tahu sekarang ini siapa yang memegang rekor terlama tetapi kalau Chris John berhasil memenangkan 51 pertarungan tentunya akan memecahkan rekor tersebut," katanya.

Saat ini petinju dengan julukan "The Dragon" tersebut sudah memegang rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri. Kemudian sejak memegang gelar juara dunia kelas bulu WBA ini , Chris John sudah mempertahankan gelarnya melalui 16 kali pertarungan (lima di antaranya melalui pertarungan wajib atau mandatory fight dan 11 kali melalui tarung pilihan).

"Sudah tidak ada lagi pertarungan wajib bagi Chris John," kata Okto saat itu.

Chris John merebut gelar juara dunia kelas bulu WBA dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon di Bali, 26 September 2003. Bahkan usai menang atas petinju Jepang Hiroyuki Enoki, 24 Oktober 2008, dia meraih gelar Super Champion karena mempertahankan gelar 10 kali tanpa putus.

Pertarungan terakhir yang dijalani Chris John adalah saat menang dengan angka mutlak atas petinju Jepang, Shoji Kimora di Marina Bay Sands Singapura, Sabtu (5/5/12). Tiga hakim memberikan nilai 117-110, 118-109, dan 118-109.

Saat ini petinju asal Kabupaten Banjarenagar, Jateng, ini sudah kembali ke Semarang. "Saya pulang Minggu (6/5) sore, saat ini saya sedang menunggui anak saya yang sakit di rumah sakit," katanya.