Rahasia Kesuksesan Febri Merajai Yamaha Cup Race
Pebalap Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK, Agung Febri Ramadhan, berpose
bersama Direktur PT Alfa Scorpii, Hendri Harta Prawira (kanan).
MEDAN - Agung Febri Ramadhan tampil
sempurna pada race 2 kelas MP1 (Bebek 4-Tak Tune Up 125 cc Seeded)
serta kelas MP2 (Bebek 4-Tak Tune Up 110 cc Seeded) setelah memenangi
race 2 Yamaha Cup Race (YCR). Padahal, pada race 1 seri pembuka YCR di
Sirkuit Pancing Medan, Minggu (22/4/12), pebalap asal Banda Aceh ini
hanya berada di urutan ketiga, baik pada race 1 maupun 2.
Dengan
kesuksesannya di race 2 tersebut, Febri merajai dua kelas bergengsi
tersebut dengan poin yang sama, yaitu 41. Jagoan tim Yamaha Yamalube
Alfa Scorpii NHK ini mengalahkan rivalnya, Reza Fahlevy dan Bobby
Anasis, yang harus puas menjadi
runner-up dan di peringkat ketiga.
Kami belajar dari kesalahan pada race 1, yang membuat kami berada di
urutan ketiga MP1 dan MP2. Tapi pada race kedua, kami gunakan ban
kompon keras. Cuaca ekstrem di lintasan ini memaksa kami melakukannya
-- Agung Febri Ramadhan
Menurut Febri, kunci kesuksesannya pada balapan kali ini
terletak pada mekanik yang tangguh, kekuatan pebalap, serta pemilihan
ban yang tepat. Tak heran, pada race 2 dia tak memberikan banyak
kesempatan kepada Reza dan Bobby untuk menyulitkannya.
"Kami
belajar dari kesalahan pada race 1, yang membuat kami hanya berada di
urutan ketiga (MP1 dan MP2). Tetapi pada race kedua, kami menggunakan
ban kompon keras. Cuaca ekstrem di lintasan ini memaksa kami
melakukannya," jelas Febri usai penyerahan hadiah.
"Para mekanik
juga bekerja dengan baik untuk pengesetan motor, dan saya sebagai
pebalap juga secara konsisten mampu menjaga racing line. Ini yang
menjadi kunci kesuksesan saya meraih kemenangan di race 2," tambah
Febri, yang juga memanfaatkan YCR ini sebagai persiapan untuk menghadapi
PON 2012 di Riau pada bulan September mendatang.
Mengenai
Sirkuit Pancing yang memiliki panjang lintasan 1285 meter ini, Febri,
yang baru menyelesaikan ujian nasional Sekolah Menengah Pertama, mengaku
sangat tertantang. Meskipun demikian, dia bisa melewatinya dan berhasil
meraih hasil memuaskan.
"Sirkuit ini sangat sulit dan menantang
karena cukup bergelombang," jelasnya seraya berharap bisa lulus ujian,
untuk melengkapi kegembiraannya pada akhir pekan tersebut.