Senin, 30 April 2012

Satria Muda Pertahankan Juara NBL Indonesia
MEDIA INFORMASI, YOGYAKARTA - Satria Muda Britama Jakarta akhirnya kembali keluar sebagai juara NBL Indonesia. Mengalahkan Dell Aspac Jakarta 59-42. Dengan kemenangan ini, selain menjuarai NBL Indonesia dua kali berturut-turut, sejak tim ini terbentuk secara keseluruhan Satria Muda telah meraih delapan kali juara liga basket profesional Indonesia.

Ronaldo "Dodo" Sitepu dan kawan-kawan tampil sangat percaya diri di kuarter pembuka. Dua poin dari Galank Gunawan, sebuah tembakan tiga angka yang tidak terduga dari Dodo, dan tembakan dua angka dari Vamiga Michel membawa Satria Muda berlari 7-0. Pelan namun pasti, Xaverius mulai mengejar, dan sebuah slam dunk dari Isman Thoyib hasil assist dari Sigit Harun membawa Aspac mendekat 7-6. Namun Satria Muda kembali berlari dan menutup kuarter pertama dengan skor 11-8.

Buruknya akurasi kedua tim membuat laga kuarter kedua menghasilkan angka yang rendah. Sigit Harun, Xaverius, dan Isman Thoyib memberikan akurasi tidak lebih dari 25 persen. Sebuah hook layup dari Rizky Effendi yang menghasilkan dua poin menutup kuarter kedua dengan skor 28-20, Satria Muda masih unggul.

Aspac yang selalu buntu dengan pola serangan yang selalu mengandalkan tembakan luar tidak mencoba mengubah taktik. Alhasil, pola bertahan zone defense para pemain Satria Muda menerima tekanan yang sangat ringan dan mudah mematahkan usaha Aspac. 11 poin Satria Muda di kuarter ketiga adalah hasil pola serangan yang lebih variatif dibandingkan Aspac. Satria Muda masih unggul di akhir kuarter ketiga 41-31.

Satria Muda yang tampaknya sudah siap menerima kejutan perubahan pola serangan dari Aspac di luar dugaan masih menerima pola serangan yang sama. Tampaknya Aspac benar-benar mencoba mencari peruntungan yang lebih baik dari sebuah usaha gagal yang berulang. Arki Dikania Wisnu kembali menjadi pemain yang paling banyak mencetak angka dengan 19 poin. Sementara pada kubu Aspac, Oki Wira terbanyak dengan 13 poin.

Minggu, 29 April 2012

Surabaya Fever Sapu Bersih Laga Musim Reguler 
YOGYAKARTA - Selalu menang dalam semua laga yang dilalui selama musim reguler, Surabaya Fever kembali membuktikan kehebatannya pada laga final saat melawan Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta. Kemenangan 81-58 Fever atas Tomang Sakti mengukuhkan tim Surabaya ini sebagai tim perempuan terkuat di Indonesia saat ini.

Aroma ketatnya laga final tercium di kuarter pertama. Dua free throw dari Wulan dan sebuah assist darinya kepada Mariana langsung membawa Tomang Sakti unggul 4-0 di awal kuarter. Keunggulan empat angka tersebut menjadi selisih terjauh selama kuarter pertama.

Kedua tim saling berbalas mencetak angka. Sebuah drive cepat dari Marjorice Singgih yang menghasilkan dua angka bagi Fever dibayar lunas oleh tembakan tiga angka dari Wulan Ayu Ningrum yang menutup laga dengan skor 21-19 bagi keunggulan Tomang Sakti.

Sebuah assist Herlina Cahyadi kepada Gabriel Sophia di awal kuarter kedua kembali membawa laga ketat pada kedudukan 24 sama. Laga mulai berjalan cukup keras. Pemain Tomang Sakti, Mariana bermain sangat baik dalam menjaga pergerakan Yunita

Sugianto. Pertahanan Tomang Sakti cukup baik dalam membendung serangan Fever. Sayang, akurasi Wulan Ayu Ningrum dan kawan-kawan menurun. Surabaya Fever berbalik unggul 38-31 di akhir kuarter kedua.

Laga semakin ketat di kuarter empat. Meskipun telah unggul, Fever selalu mendapat balasan dari setiap poin yang tercetak. Dua pemain Fever, Marjorice dan Heny Sutjiono memberikan penampilan yang sangat gemilang di kuarter ketiga. Henny mencetak lima poin dan memberikan kontribusi sangat baik dalam memecah konsentrasi Tomang Sakti dalam bertahan.

Unggul 52-44 di akhir kuarter ketiga, Fever sudah tidak terkejar lagi. Lima pemain Fever mencetak dobel digit poin. Marjorice terbanyak dengan 19 poin, Megananda Putri dan Gabriel Sophia dengan 12 poin, dan Marlina Herawan dan Yunita Sugianto masing-masing dengan 11 poin. Pada kubu Tomang Sakti, Jacklien Ibo terbanyak dengan 18 poin.

Sabtu, 28 April 2012

Dell Aspac Masuk Final NBL
Basket NBL: Dell Aspac Jakarta vs Pelita Jaya 
YOGYAKARTA - Tim bola basket Dell Aspac Jakarta berhasil mencukur habis Pelita Jaya Esia Jakarta 71-49, Jumat (27/4/2012) malam dalam semifinal Flexi National Basketball League Championship Series 2011-2012 di Gelanggang Olah Raga Universitas Negeri Yogyakarta.

Dengan kemenangan ini, maka Dell Aspac Jakarta berhasil mengantongi tiket menuju babak final menghadapi  tim peringat pertama Satria Muda Britama Jakarta.  

Pemain andalan Dell Aspac Xaverius Prawiro berhasil mengumpulkan poin tertinggi sebanyak 27 dimana 15 poin di antaranya ia cetak dari lima kali tembakan tiga angka.  Dua pemain Dell Aspac lainnya, Oki Sanjaya dan Dirk Mario Gerungan juga menyumbang masing-masing  satu tembakan tiga angka. 

Lalu, Muhammad Thoyib yang selalu diandalkan tim ini berhasil melakukan sembilan kali rebouns. Karena kalah dalam pertandingan ini, maka Pelita Jaya akan bertemu dengan Garuda Speedy Bandung untuk memperebutkan juara tiga. Sedangkan, Dell Aspac  yang mengantongi tiket ke babak final akan bertemu Satria Muda Britama Jakarta.

Jumat, 27 April 2012

Taufik Gagal Jegal Chong Wei
Taufik Hidayat 
JAKARTA - Pupuslah harapan Taufik Hidayat untuk mempersembahkan gelar juara tunggal putra bagi Indonesia di ajang India Terbuka Superseries. Pada babak perempat final turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut di Siri Fort Indoor Stadium, India, Jumat (27/4/12), Taufik menyerah dua game langsung 16-21, 13-21 dari rivalnya asal Malaysia, Lee Chong Wei.

Kekalahan ini membuat rekor pertemuan Taufik, yang menjadi unggulan ketujuh, kian buruk. Dari total 19 pertemuan dengan pemain nomor satu dunia yang merupakan unggulan utama itu, Taufik kalah 6-13.

Meskipun gagal, kiprah Taufik tetap harus diapresiasi. Pasalnya, peraih medali emas Olimpiade Athena ini menjadi satu-satunya tunggal putra yang bisa menembus babak perempat final. Para pemain muda Indonesia yang diharapkan bisa menggantikan Taufik, justru lebih banyak keok di babak pertama, kecuali Tommy Sugiarto, yang tersingkir di babak kedua.

Dengan demikian, Indonesia hanya memiliki dua wakil yang menembus babak semifinal. Harapan untuk membawa pulang gelar ke Tanah Air ditumpukan kepada ganda putra Angga Pratama/Ryang Agung Saputra, serta unggulan kedua sektor ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Kamis, 26 April 2012

Pelita Jaya Tak Jadi Pulang Awal
Pelita Jaya melawan Stadium Jakarta, dalam lanjutan Flexi NBL Indonesia Seri IV, Senin (20/2/2012), di Denpasar, Bali.
YOGYAKARTA — Tim bola basket Pelita Jaya Esia Jakarta tak jadi pulang awal setelah berhasil menundukkan Dell Aspac Jakarta, 58-40, Kamis (26/4/2012), di Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta.
Dengan kemenangan ini, Pelita Jaya Esia berpeluang masuk ke babak final Flexi National Basketball League Indonesia 2011-2012. Sejak kuarter pertama hingga keempat, Pelita Jaya terus menekan pemain-pemain Dell Aspac.

Mulai kuarter pertama hingga keempat Pelita Jaya terus memimpin perolehan poin dengan 10-8, 29-18, 42-32, dan 58-40. Fidyan Dini tampil sebagai pencetak skor tertinggi bagi Pelita Jaya sebanyak 18 poin.
Sementara itu, pemain andalan Pelita Jaya, Andy "Batam" Poedjakesuma, mampu mencetak dua kali tembakan tiga angka sehingga menyumbang 6 poin bagi timnya. Begitu juga pemain favorit Pelita Jaya, Kelly Purwanto, mampu mencetak 8 poin di mana 3 poin di antaranya tercipta dari satu kali tembakan tiga angka.

Di kubu Dell Aspac, Rizky Effendi menjadi pencetak skor terbanyak, yaitu 10 poin. Kemudian, pemain andalan Dell Aspac Muhammad Thoyib hanya mampu menyumbang 8 poin dengan 7 kali rebounds. Di permainan kali ini, pemain-pemain Dell Aspac sama sekali tidak mampu mencetak tembakan tiga angka.

Rabu, 25 April 2012

KONI Kalteng Tetap Fokus Pada Olahraga Dayung 
ILUSTRASI
PALANGKARAYA - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah yang baru terpilih, yakni Thampunah Sinseng memutuskan untuk tetap fokus mengembangkan dayung yang sejak dulu telah menjadi andalan Kalteng.

Menurut Thampunah di Palangkaraya, Kalteng, Rabu (25/4/2012), pihaknya akan mendorong olahraga yang didukung alam dan bersifat tradisional. Kalteng mememiliki banyak sungai dan 11 di antaranya berukuran besar yakni Kapuas, Kahayan, Barito, Katingan, Mentaya, Seruyan, Lamandau, Arut, Jelai, Sebangau, dan Rungan.

Kondisi itu menghasilkan banyak atlet dayung unggul seperti Seni Gantiani, Silo, Gandhi, Indra Yeni, Leo Fredy, Poliyansyah, dan Ketut Sukasna. Mereka menjadi andalan karena sudah beberapa kali menjuarai lomba, baik tingkat nasional maupun internasional.

"Topografi Kalteng memang sangat potensial untuk dijadikan tempat latihan," kata Thampunah tak lama setelah terpilih dalam Musawayah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI Kalteng. Selain dayung, KONI Kalteng akan fokus mengembangkan olahraga tinju dan marathon.

"Masa kerja saya empat tahun hingga 2016. Dalam jangka pendek, kami akan berkonsentrasi untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Pekanbaru, Riau nanti," kata Thampunah. Pelatihan daerah (pelatda) sudah dimulai dan KONI Kalteng menargetkan perolehan emas dari PON tersebut.

"Kami juga akan membenahi dan mengkonsolidasikan organisasi yang mantap serta kuat dengan menerapkan tertib organisasi, prestasi, pertandingan, dan administrasi," katanya.

Selasa, 24 April 2012

Indonesia Optimistis Sabet 3 Emas Olimpiade
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad (kiri), dan Liliyana Natsir.
JAKARTA - Tim Olimpiade Indonesia optimistis bisa meraih tiga medali emas dari cabang bulu tangkis dan angkat besi di Olimpiade London 2012 mendatang.

"Kita mempunyai peluang dua emas dari bulu tangkis ganda campuran dan ganda putra serta satu emas dari cabang angkat besi," kata Ketua Satlak Prima Utama Muda sekaligus Ketua CDM Olimpiade, Aslizar Tanjung, di Jakarta, Selasa (24/4/12).

Pasangan atlet bulu tangkis ganda campuran Tantowi Ahmad/Liliana Natsir dan ganda putra Mohammad Aksan/Bona Septano diharapkan akan menyumbangkan emas bagi Indonesia di Olimpiade London Juli mendatang. Sementara itu, untuk cabang olahraga angkat besi, Indonesia baru mempunyai lima atlet yang lolos ke Olimpiade, yaitu Jadi Setiadi (51 kg), Eko Yuli Irawan (62 kg), Hasbi (62 kg), Triyatno (69 kg), dan Deni (69 kg).

"Kami mempunyai target untuk mempertahankan tradisi perolehan emas di Olimpiade dan meningkatkan peringkat Indonesia. Semoga keikutsertaan di Olimpiade London ini bisa memelihara momentum kebangkitan olahraga Indonesia," kata Aslizar.

Sejauh ini sudah ada 21 atlet yang lolos seleksi Olimpiade. Mereka terdiri dari empat atlet renang, sembilan atlet bulu tangkis, lima atlet angkat besi, satu atlet panahan dan satu atlet anggar dan satu atlet judo.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berencana menambah sejumlah atlet lagi dari cabang tinju (satu atlet), dayung (dua atlet), atletik (dua atlet), anggar (satu atlet) dan panahan (dua atlet).

Walaupun tersandung dana pengiriman kontingen Olimpiade yang belum turun dari pemerintah, Aslizar yakin bahwa pemerintah akan segera menurunkan dana sehingga persiapan akomodasi dan keberangkatan atlet tidak akan terganggu.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Komite Olimpiade Indonesia Erick Tohir mengatakan dana dari pemerintah sebaiknya turun pada awal Mei. Dengan demikian, persiapan akomodasi kontingen berjalan lancar.

"Kami mempunyai batas waktu hingga 12 Mei. Jika dana tidak turun, maka terpaksa mungkin akan ada pengurangan jumlah official dan atlet yang ikut ke Olimpiade," kata Erick.

KOI mengajukan dana Rp 26 miliar sebagai dana pengiriman Tim Olimpiade Indonesia. Dana tersebut hanya selisih Rp 1 miliar dari dana pengiriman atlet ke Olimpiade Beijing 2008 lalu.

Erick mengatakan, turunnya dana dengan segera menjadi hal yang sangat penting untuk mempersiapkan segala macam akomodasi bagi atlet dan para official nantinya di London.

"Kami mohon DPR segera mencairkan dana karena atlet juga membutuhkan lapangan ekstra untuk latihan.... Jika pemerintah mencairkan dana pada awal Juni, maka itu akan memberatkan. Paling tidak awal Mei agar kami bisa melaksanakan persiapan dengan baik," kata Erick.

KOI memperkirakan dana untuk pengiriman kontingen Indonesia ke Olimpiade London akan membutuhkan kurang lebih Rp 30 miliar, yang berasal dari dana pemerintah dan sponsor.