Jumat, 27 April 2012

Taufik Gagal Jegal Chong Wei
Taufik Hidayat 
JAKARTA - Pupuslah harapan Taufik Hidayat untuk mempersembahkan gelar juara tunggal putra bagi Indonesia di ajang India Terbuka Superseries. Pada babak perempat final turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut di Siri Fort Indoor Stadium, India, Jumat (27/4/12), Taufik menyerah dua game langsung 16-21, 13-21 dari rivalnya asal Malaysia, Lee Chong Wei.

Kekalahan ini membuat rekor pertemuan Taufik, yang menjadi unggulan ketujuh, kian buruk. Dari total 19 pertemuan dengan pemain nomor satu dunia yang merupakan unggulan utama itu, Taufik kalah 6-13.

Meskipun gagal, kiprah Taufik tetap harus diapresiasi. Pasalnya, peraih medali emas Olimpiade Athena ini menjadi satu-satunya tunggal putra yang bisa menembus babak perempat final. Para pemain muda Indonesia yang diharapkan bisa menggantikan Taufik, justru lebih banyak keok di babak pertama, kecuali Tommy Sugiarto, yang tersingkir di babak kedua.

Dengan demikian, Indonesia hanya memiliki dua wakil yang menembus babak semifinal. Harapan untuk membawa pulang gelar ke Tanah Air ditumpukan kepada ganda putra Angga Pratama/Ryang Agung Saputra, serta unggulan kedua sektor ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Kamis, 26 April 2012

Pelita Jaya Tak Jadi Pulang Awal
Pelita Jaya melawan Stadium Jakarta, dalam lanjutan Flexi NBL Indonesia Seri IV, Senin (20/2/2012), di Denpasar, Bali.
YOGYAKARTA — Tim bola basket Pelita Jaya Esia Jakarta tak jadi pulang awal setelah berhasil menundukkan Dell Aspac Jakarta, 58-40, Kamis (26/4/2012), di Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta.
Dengan kemenangan ini, Pelita Jaya Esia berpeluang masuk ke babak final Flexi National Basketball League Indonesia 2011-2012. Sejak kuarter pertama hingga keempat, Pelita Jaya terus menekan pemain-pemain Dell Aspac.

Mulai kuarter pertama hingga keempat Pelita Jaya terus memimpin perolehan poin dengan 10-8, 29-18, 42-32, dan 58-40. Fidyan Dini tampil sebagai pencetak skor tertinggi bagi Pelita Jaya sebanyak 18 poin.
Sementara itu, pemain andalan Pelita Jaya, Andy "Batam" Poedjakesuma, mampu mencetak dua kali tembakan tiga angka sehingga menyumbang 6 poin bagi timnya. Begitu juga pemain favorit Pelita Jaya, Kelly Purwanto, mampu mencetak 8 poin di mana 3 poin di antaranya tercipta dari satu kali tembakan tiga angka.

Di kubu Dell Aspac, Rizky Effendi menjadi pencetak skor terbanyak, yaitu 10 poin. Kemudian, pemain andalan Dell Aspac Muhammad Thoyib hanya mampu menyumbang 8 poin dengan 7 kali rebounds. Di permainan kali ini, pemain-pemain Dell Aspac sama sekali tidak mampu mencetak tembakan tiga angka.

Rabu, 25 April 2012

KONI Kalteng Tetap Fokus Pada Olahraga Dayung 
ILUSTRASI
PALANGKARAYA - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah yang baru terpilih, yakni Thampunah Sinseng memutuskan untuk tetap fokus mengembangkan dayung yang sejak dulu telah menjadi andalan Kalteng.

Menurut Thampunah di Palangkaraya, Kalteng, Rabu (25/4/2012), pihaknya akan mendorong olahraga yang didukung alam dan bersifat tradisional. Kalteng mememiliki banyak sungai dan 11 di antaranya berukuran besar yakni Kapuas, Kahayan, Barito, Katingan, Mentaya, Seruyan, Lamandau, Arut, Jelai, Sebangau, dan Rungan.

Kondisi itu menghasilkan banyak atlet dayung unggul seperti Seni Gantiani, Silo, Gandhi, Indra Yeni, Leo Fredy, Poliyansyah, dan Ketut Sukasna. Mereka menjadi andalan karena sudah beberapa kali menjuarai lomba, baik tingkat nasional maupun internasional.

"Topografi Kalteng memang sangat potensial untuk dijadikan tempat latihan," kata Thampunah tak lama setelah terpilih dalam Musawayah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI Kalteng. Selain dayung, KONI Kalteng akan fokus mengembangkan olahraga tinju dan marathon.

"Masa kerja saya empat tahun hingga 2016. Dalam jangka pendek, kami akan berkonsentrasi untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Pekanbaru, Riau nanti," kata Thampunah. Pelatihan daerah (pelatda) sudah dimulai dan KONI Kalteng menargetkan perolehan emas dari PON tersebut.

"Kami juga akan membenahi dan mengkonsolidasikan organisasi yang mantap serta kuat dengan menerapkan tertib organisasi, prestasi, pertandingan, dan administrasi," katanya.

Selasa, 24 April 2012

Indonesia Optimistis Sabet 3 Emas Olimpiade
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad (kiri), dan Liliyana Natsir.
JAKARTA - Tim Olimpiade Indonesia optimistis bisa meraih tiga medali emas dari cabang bulu tangkis dan angkat besi di Olimpiade London 2012 mendatang.

"Kita mempunyai peluang dua emas dari bulu tangkis ganda campuran dan ganda putra serta satu emas dari cabang angkat besi," kata Ketua Satlak Prima Utama Muda sekaligus Ketua CDM Olimpiade, Aslizar Tanjung, di Jakarta, Selasa (24/4/12).

Pasangan atlet bulu tangkis ganda campuran Tantowi Ahmad/Liliana Natsir dan ganda putra Mohammad Aksan/Bona Septano diharapkan akan menyumbangkan emas bagi Indonesia di Olimpiade London Juli mendatang. Sementara itu, untuk cabang olahraga angkat besi, Indonesia baru mempunyai lima atlet yang lolos ke Olimpiade, yaitu Jadi Setiadi (51 kg), Eko Yuli Irawan (62 kg), Hasbi (62 kg), Triyatno (69 kg), dan Deni (69 kg).

"Kami mempunyai target untuk mempertahankan tradisi perolehan emas di Olimpiade dan meningkatkan peringkat Indonesia. Semoga keikutsertaan di Olimpiade London ini bisa memelihara momentum kebangkitan olahraga Indonesia," kata Aslizar.

Sejauh ini sudah ada 21 atlet yang lolos seleksi Olimpiade. Mereka terdiri dari empat atlet renang, sembilan atlet bulu tangkis, lima atlet angkat besi, satu atlet panahan dan satu atlet anggar dan satu atlet judo.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berencana menambah sejumlah atlet lagi dari cabang tinju (satu atlet), dayung (dua atlet), atletik (dua atlet), anggar (satu atlet) dan panahan (dua atlet).

Walaupun tersandung dana pengiriman kontingen Olimpiade yang belum turun dari pemerintah, Aslizar yakin bahwa pemerintah akan segera menurunkan dana sehingga persiapan akomodasi dan keberangkatan atlet tidak akan terganggu.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Komite Olimpiade Indonesia Erick Tohir mengatakan dana dari pemerintah sebaiknya turun pada awal Mei. Dengan demikian, persiapan akomodasi kontingen berjalan lancar.

"Kami mempunyai batas waktu hingga 12 Mei. Jika dana tidak turun, maka terpaksa mungkin akan ada pengurangan jumlah official dan atlet yang ikut ke Olimpiade," kata Erick.

KOI mengajukan dana Rp 26 miliar sebagai dana pengiriman Tim Olimpiade Indonesia. Dana tersebut hanya selisih Rp 1 miliar dari dana pengiriman atlet ke Olimpiade Beijing 2008 lalu.

Erick mengatakan, turunnya dana dengan segera menjadi hal yang sangat penting untuk mempersiapkan segala macam akomodasi bagi atlet dan para official nantinya di London.

"Kami mohon DPR segera mencairkan dana karena atlet juga membutuhkan lapangan ekstra untuk latihan.... Jika pemerintah mencairkan dana pada awal Juni, maka itu akan memberatkan. Paling tidak awal Mei agar kami bisa melaksanakan persiapan dengan baik," kata Erick.

KOI memperkirakan dana untuk pengiriman kontingen Indonesia ke Olimpiade London akan membutuhkan kurang lebih Rp 30 miliar, yang berasal dari dana pemerintah dan sponsor.

Senin, 23 April 2012

Rahasia Kesuksesan Febri Merajai Yamaha Cup Race 
Pebalap Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK, Agung Febri Ramadhan, berpose bersama Direktur PT Alfa Scorpii, Hendri Harta Prawira (kanan).
MEDAN - Agung Febri Ramadhan tampil sempurna pada race 2 kelas  MP1 (Bebek 4-Tak Tune Up 125 cc Seeded) serta kelas MP2 (Bebek 4-Tak Tune Up 110 cc Seeded) setelah memenangi race 2 Yamaha Cup Race (YCR). Padahal, pada race 1 seri pembuka YCR di Sirkuit Pancing Medan, Minggu (22/4/12), pebalap asal Banda Aceh ini hanya berada di urutan ketiga, baik pada race 1 maupun 2.

Dengan kesuksesannya di race 2 tersebut, Febri merajai dua kelas bergengsi tersebut dengan poin yang sama, yaitu 41. Jagoan tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK ini mengalahkan rivalnya, Reza Fahlevy dan Bobby Anasis, yang harus puas menjadi runner-up dan di peringkat ketiga.
Kami belajar dari kesalahan pada race 1, yang membuat kami berada di urutan ketiga MP1 dan MP2. Tapi pada race kedua, kami gunakan ban kompon keras. Cuaca ekstrem di lintasan ini memaksa kami melakukannya
-- Agung Febri Ramadhan
Menurut Febri, kunci kesuksesannya pada balapan kali ini terletak pada mekanik yang tangguh, kekuatan pebalap, serta pemilihan ban yang tepat. Tak heran, pada race 2 dia tak memberikan banyak kesempatan kepada Reza dan Bobby untuk menyulitkannya.

"Kami belajar dari kesalahan pada race 1, yang membuat kami hanya berada di urutan ketiga (MP1 dan MP2). Tetapi pada race kedua, kami menggunakan ban kompon keras. Cuaca ekstrem di lintasan ini memaksa kami melakukannya," jelas Febri usai penyerahan hadiah.

"Para mekanik juga bekerja dengan baik untuk pengesetan motor, dan saya sebagai pebalap juga secara konsisten mampu menjaga racing line. Ini yang menjadi kunci kesuksesan saya meraih kemenangan di race 2," tambah Febri, yang juga memanfaatkan YCR ini sebagai persiapan untuk menghadapi PON 2012 di Riau pada bulan September mendatang.

Mengenai Sirkuit Pancing yang memiliki panjang lintasan 1285 meter ini, Febri, yang baru menyelesaikan ujian nasional Sekolah Menengah Pertama, mengaku sangat tertantang. Meskipun demikian, dia bisa melewatinya dan berhasil meraih hasil memuaskan.

"Sirkuit ini sangat sulit dan menantang karena cukup bergelombang," jelasnya seraya berharap bisa lulus ujian, untuk melengkapi kegembiraannya pada akhir pekan tersebut.

Minggu, 22 April 2012

Warriors Menang Meyakinkan Atas Patriots
 Indonesia Warriors di Asean Basket League
HEADLINE NEWS - Indonesia Warriors kembali mencatatkan rapor positif saat bertandang ke Manila, Filipina, Sabtu 21 April 2012. Menghadapi AirAsia Filipina Patriots dalam laga lanjutan kompetisi AirAsia ASEAN Basketball League di Ynares Sport Arena, Warriors mengemas kemenangan meyakinkan 104-79.

Pilar Patriots, Anthony Johnson menjadi pencetak poin tersubur dengan 32 poin dan 9 rebound. Sedangkan di kubu Warriors, Evan Brock berada di urutan teratas daftar pengoleksi angka terbanyak dengan 23 poin 12 rebound, disusul Stanley Pringle yang mengemas 22 poin.
Warriors langsung mengambil alih permainan kuater 1 dengan mencatatkan keunggulan 25-20. Tim asuhan John Todd Purves itu kembali memimpin di kuarter 2. Tembakan tiga angka yang dilepaskan Mario Wuysang membuat Warriors menutup kuarter ini dengan poin 49-36.

Namun, memasuki kuarter 3, Patriots merespon perlawanan tim tamu. Terbukti, Patriots memperkecil ketinggalan 64-69. Kembalinya Al-Vergara setelah sembuh dari demam, memberikan suntikan motivasi bagi wakil Filipina tersebut. Mujur buat Warriors, mereka berhasil menjaga momentum dan menutup kuarter terakhir 81-73.

Ini menjadi kemenangan pertama Warriors atas Patriots pada musim ini. Di perjumpaan pertama, Patriots sukses merebut kemenangan 68-73. Adapun di laga kedua yang berlangsung di Britama Arena, Warriors harus mengakui keunggulan Patriots 68-72.

Kendati mencatatkan rapor impresif, Warriors masih tertahan di peringkat 3 dengan torehan 18 poin. Sedangkan Patriots kini menghuni peringkat 2 dengan mengemas 26 poin.

Sabtu, 21 April 2012

Indonesia Tanpa Gelar di Kejuaraan Asia 2012
Dua wakil Indonesia di nomor ganda tumbang di babak perempat final.
 Alvent Yulianto Chandra dan Hendra Aprida Gunawan (PBSI)
HEADLINE NEWS- Kontingen Indonesia dipastikan pulang tanpa gelar di Kejuaraan bulutangkis Asia 2012. Dua wakil MerahPutih di nomor ganda tereliminasi di babak perempat final.

Pada laga di Qingdao Sports Centre Conson Stadium, China, Jumat 20 April 2012, ganda campuran Muhammad Rijal dan Debby Susanto harus mengakui keunggulan pasangan Kang Ji Wook dan Eom Hye Won. Rijal dan Debby sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit dihadapan pasangan Korea Selatan tersebut.

Terbukti Rijal dan Debby mampu memaksa lawannya bermain tiga game. Sayang, mereka akhirnya menyerah dengan angka 17-21, 21-19, dan 18-21 dalam tempo 1 jam 6 menit.

Nasib serupa juga dialami pasangan ganda putra Alvent Yulianto Chandra dan Hendra Aprida Gunawan. Pasangan Merah Putih bertekuk lutut dihadapan wakil tuan rumah sekaligus unggulan satu, Chai Biao dan Guo Zhengdong.

Upaya Alvent dan Hendra melaju ke semifinal kandas setelah menelan kekalahan dalam dua game langsung, 7-21 dan 20-22. Dengan demikian, Indonesia tidak menyisakan lagi wakilnya di babak empat besar dan dipastikan pulang dengan tangan hampa.